Langsung ke konten utama

Jalan Tunjungan Di Surabaya Yang Melegenda

 Jalan Tunjungan sebagai teritori komersil di kota Surabaya. Di sejauh jalan ini lebih banyak dijumpai bank, toko electronic dan pusat belanja. Pada 2021 lalu, Jalan Tunjungan Surabaya disahkan sebagai teritori tujuan rekreasi satu tingkat jalan Malioboro di Yogyakarta bernama "Tunjungan Romansa". Di teritori ini, pengunjung bakal ada sajian kulineran dari beberapa aktor Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) Surabaya komplet dengan penampilan selingan seni dan budaya.



Jalan Tunjungan Jadi Tempat Wisata


Jalan Tunjungan Surabaya sah dihidupkan kembali sebagai tempat rekreasi. Pembukaan jalan monumental di Kota Pahlawan itu dikasih judul 'Tunjungan Romansa'.

"Sesudah acara ini dan memulai malam selanjutnya, karena itu Tunjungan bisa menjadi Tunjungan Romansa," tutur Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat buka Tunjungan Romansa, Minggu (21/11/2021).


Eri menerangkan, warga yang tiba di teritori Tunjungan tidak cuma disajikan situasinya semata-mata. Tetapi, beragam spot photo yang sudah dihias dengan beragam mural, bermacam produk UMKM dan tempat menyaksikan pergelaran seni dan budaya sampai kulineran.


Sejarah Jalan Tunjungan


Penentuan sebagai teritori cagar budaya tentu saja mempunyai persyaratan khusus. Satu diantaranya bangunan harus berumur lebih dari 50 tahun dan mempunyai riwayat atau kejadian khusus. Disini bisa saksikan jika, teritori Jalan Tunjungan mempunyai riwayat panjang di Surabaya.


Hotel Majapahit Jadi Saksi Bisu Tindakan Perobekan Bendera

Ada di Jalan Tunjungan No 65, dibuat semenjak tahun 1910, oleh pembisnis sukses asal Armenia namanya Lucas Martin Sarkles. Di tanggal 19 September 1945, terjadi tindakan heorik di antara milter Belanda dengan arek-arek Suroboyo.


Bermula dari tidak berhasilnya pembicaraan di antara Indonesia dan Belanda. Dalam pembicaraan itu, faksi Belanda yang diwakilkan oleh W.V. Ch. Ploegman tidak ingin turunkan bendera kenegaraannya di Surabaya. Berikut yang membuat kemarahan arek-arek Suroboyo bertambah.


Masalahnya waktu itu hotel dijadikan pusat instruksi milter Belanda. Ujung menara ada tiang komplet bendera Belanda (Merah, Putih, Biru) berkibar. Atas keberanian arek-arek Suroboyo, mereka sukses menantang Belanda dan naik ke atas tiang untuk menyobek warna biru pada bendera. Hingga cuma sisa warna merah putih.


Di awal penjajahan Belanda, Martin memberikannya bernama Hotel Oranje. Di periode wargaan Jepang, ganti nama jadi Hotel Yamato. Saat kejadian perobekan bendera saat itu, namanya beralih menjadi Hotel Merdeka. Sesudah Indonesia merdeka, hotel kembali diambil pindah oleh Lucas dan ganti nama kembali jadi LMS Hotel atau Lucas Martin Sarkles Hotel. Sampai di tahun 1969, dengan cara resmi jadi Hotel Majapahit sampai sekarang ini.


Gedung Loge de Vriendschap (Kantor BPN) Dipanggil Gedung Setan

Siapa kira, rupanya bangunan cagar budaya ini dahulunya sebagai tempat ritus penyembahan setan oleh menir-menir Belanda. Ada di Jalan Tunjungan No 80, bersebrangan pas di muka Hotel Majapahit. Tetapi, tidak beberapa orang tahu karena saat ini dihimpit oleh beberapa toko.


Untuk jalankan visi kemanusiaan dan spiritual, menir-menir dan warga lokal yang punya pengaruh mengawali panggil roh orang mati. Diperkokoh karena ada simbol periode dan garis di bagian depan gedung.


Periode dan garis, simbol yang berwujud empat persegi dan di tengah-tengahnya ada dua tangan berjabatan mempunyai kemiripan dengan simbol punya organisasi Freemason. Freemason sebagai organisasi persaudaraan yang ada di abad-17 di Inggris. Freemason bukan seperti organisasi keagamaan yang tidak bertuhan. Tetapi, visi intinya yakni membuat persaudaraan dan junjung kebebasan berpikiran.


Dalam jalankan tugasnya, golongan freemason lakukan ritus panggilan roh. Hingga mempunyai kemiripan dengan yang dilaksanakan oleh menir-menir Belanda di Gedung Loge de Vriendschap periode itu.


Gedung Siola Pernah Jadi Pusat Perbelanjaan Paling besar

Beralamat di Jalan Tunjungan No 1, Gedung Siola dibuat di tahun 1877 oleh pebisnis asal Inggris Namanya Robert Liadlaw untuk membentuk bisnis. Waktu itu, gedung masih namanya Het Engelsche Warenhuis. Dan cap yang diberi oleh Robert ialah Whiteaway Laidlaw.


Di jaman itu, usaha Robert berkembang benar-benar cepat dan dikukuhkan sebagai pusat belanja tekstil paling besar. Tetapi, di tahun 1935 upayanya gulung alas dan dipasarkan ke pebisnis asal Jepang, gedung ganti nama jadi Toko Chidoya, usahanya jual tas dan koper.


Tidak selang berapakah lama, saat Jepang runduk pada sekutu, di tahun 1945, Gedung Siola jadi pusat pertahanan Surabaya untuk mengawasi pergerakan lawan dari arah utara. Tidak sangsi bila tempat ini disebutkan dengan Gedung Perjuangan Pemuda Surabaya.


Di tahun 1960, terjadi pertarungan di tempat itu sampai merusak bangunan gedung. Selanjutnya kemerdekaan kembali dicapai, gedung diperbaiki dan beralih menjadi Toko Siola

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Dan Resep Unik Lontong Balap

 Apa itu lontong balap ? lontong balap adalah masakan khas dari kota surabaya yang bercitarasa petis yang kuat. Surabaya dikenali sebagai Kota Pahlawan yang mempunyai bermacam kulineran ciri khas yang sedap. Satu diantaranya yang menjadi legenda ialah lontong balap. Makanan ini terbagi dalam lontong, tauge, tahu goreng, bawang goreng, kecap dan sambal. Kulineran satu ini pas dinikmari sebagai makan pagi. Jika ingin tahu kenapa namanya lontong balap, situs surabaya.go.id membagi jika riwayat nama lontong balap ini berawal dari tempat berbentuk gentong yang dipikul oleh penjualnya. Baca Juga : Jasa Website Surabaya Jual Pipa Surabaya Konsultan Pajak Surabaya Rombeng Surabaya Travel Surabaya Jogja Supaya tidak ketinggal konsumen, beberapa penjual ini menanggung dagangannya dengan 1/2 lari hingga kelihatan seakan sama-sama balapan. Hal itu yang pada akhirnya menempel pada makanan ini dan melahirkan nama lontong balap. Lontong balap sekarang jadi favorite karena cita-rasanya. Tidak itu saja

Makanan Khas Kota Surabaya Yang Terkenal

 Bila kamu berkunjung Kota Surabaya, ada banyak kulineran lezat yang perlu kamu coba! Berikut beberapa daftarnya: Lontong Balap Kulineran ciri khas Surabaya ini, termasuk sangat menjadi legenda dengan rasanya yang sedap. Nama lontong balap sendiri diberi karena di awal timbulnya beberapa pedagang lari berebutan konsumen setia hingga kelihatan seolah tengah balapan. Lontong Balap Surabaya ini telah ada semenjak tahun 1956 dan datang dari wilayah Kutisari dan Kendangsari dekat Pasar Wonokromo Baca Juga : Sejarah Dan Resep Lontong Balap Resep Lontong Balap juga tak pernah berbeda dari dahulu yaitu memakai lontong, tauge, lentho, tahu, kecap, bawang goreng, dan sambal. Seluruh bahan bahan itu disiram dengan kuah panas dengan rasa renyah pedas dari bawang atau sambal petis. Kekhasan dari Lontong Balap ini ialah jumlah tauge yang banyak dan Lentho atau perkedel singkong tolo sebagai isian. Rawon Rawon menjadi satu diantara sajian terpopuler yang dari Jawa Timur terutamanya wilayah Surabaya.

9 Fakta Kota Surabaya Yang Bikin Kamu Kagum

 Surabaya sah dikukuhkan sebagai kota paling macet di Indonesia tahun 2021. Predikat ini dicapai sesudah Surabaya geser Jakarta. Surabaya sebagai kota paling macet itu berdasar hasil pengkajian yang di-launching oleh INRIX yang bertema Global Trafik Scorecard 2021. Dalam riset itu, INRIX membahas volume jalan raya di 1000 kota di dunia.  Lima kota besar di Indonesia masuk ke barisan kota termacet di dunia. Lima kota termacet di Indonesia yakni: Surabaya Jakarta Denpasar Malang Bogor Secara nasional, Surabaya dikukuhkan sebagai kota termacet. Sementara secara global, Surabaya tempati posisi ke 41 kota termacet di dunia. Bukti-bukti Menarik Mengenai Surabaya Jadi kota termacet menunjukkan jika Surabaya sebagai salah satunya kota repot di Indonesia atau di dunia. Jelas saja, sebagai ibu kora Propinsi Jawa Timur, Surabaya banyak memiliki bukti bagus yang membuat orang tertarik bertandang atau bahkan juga berada tinggal di situ. Berikut sejumlah 8 bukti Surabaya: 1. Kota Paling besar Ke-2 d